Rabu, 01 Februari 2012

Menemukan Makna,Kegenapan,dan Kebahagian

Semua orang ingin mencapai makna,kegenapan (fullfillment),dan kebahagiaan.Akan tetapi,ribuan tahun sejarah manusia menegaskan bahwa ketiganya datang bukan dari sikap egosentris melainkan dari menciptakan perbedaan dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.Bunda Theresa merupakan contoh yang terkenal.Dia menemukan kegenapan sewaktu membantu mengubah ekspresi wajah orang-orang sekarat dari sedih dan takut menjadi tenang dan damai.Dengan menyerahkan dirinya sendiri kepada orang lai ,Bunda Theresa membuat rasa sakit yang tak mungkin ditolak mereka rasakan itu lebih mudah ditanggung.

Jika Anda sedih,cobalah membuat orang lain gembira, dan lihat apa yang terjadi.Jika Anda merasa hampa dan tak genap, cobalah melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna, lalu lihatnya bagaimana perasaan Anda jadinya.Syaratnya adalah Anda harus melakukan pekerjaan ini dengan kecintaan dan antusiasme.Jika tidak ada kecintaan, sulit memberikan hasil yang terbaik.

Selasa, 31 Januari 2012

Hidup Sepenuh Potensi Anda

Rumi,sufi Persia di abad ketiga belas, bercerita tentang seorang  pria yang berjalan  melewati pengemis dan bertanya ,"Tuhan,mengapa Kau tidak melakukan sesuatu untuk orang-orang 
ini?".Tuhan menjawab,"Aku sudah berbuat sesuatu,Aku menciptakanmu".

Ketika Rumi menulis kata-kata ini,dia membicarakan kemampuan kita untuk  menentukan tindakan kita,kemampuan kita untuk mencapai potensi kita.

Kebanyakan orang hanya menggunakan sekelumit potensi mereka,dan banyak yang tidak pernah menemukan bakat sejati atau panggilan hidup mereka.Mereka tidak pernah menemukan suatu tujuan yang layak untuk didukung,tujuan yang benar-benar berarti bagi mereka dan menciptakan perbedaan dalam hidup mereka.

Tetapi,disaat Anda memberi kepada orang lain atau mengabdikan diri Anda untuk tujuan yang bermakna,segalanya berubah.Anda mengharapkan lebih dari diri Anda sendiri.Anda menemukan perasaan baru bahwa diri Anda berharga.Anda mulai menggali kemampuan dan bakat sejati Anda.Dan bila itu Anda lakukan,Anda dapat mencapai potensi Anda sepenuhnya sambil menolomg diri sendiri dan orang lain.

Selasa, 24 Januari 2012

Revisi Peran Birokrasi

David Osborne & Ted Gaebler dalam bukunya Memwirausahakan Birokrasi;Mentransformasikan Semangat Wirausaha ke dalam sektor Publik (1996) atau George Federickson dalam bukunya The Spirit Of Administration (1997)menyatakan bahwa dalam masyarakat yang berubah (changing society), aparatur negara harus mengubah perilaku kearah yang lebih kondusif seiring dengan perkembangan masyarakat. Artinya, baik secara institusional maupun aparatur  secara personal, pemerintah harus dapat beradaptasi melalui perampingan struktur,fleksibilitas,ketanggapan serta kemampuan untuk dapat bekerjasama dengan semua pihak. Lebih lanjut diuraikan bahwa terdapat sepuluh (10) hal yang perlu direvisi pada pemerinthan dimasa mendatang, diantaranya sebagai berikut :
  • Steering rather than rowing (mengarahkan dibandingkan melayani).Hal ini berkaitan dengan cara kerja pemerintah yang terlalu mendominasi penyelenggaraan pelayanan publik.Oleh karenanya, dominasi tersebut perlu direduksi secara gradual untuk selanjutnya diserahkan pada civil society.
  • Empowering rather than serving (memberdayakan daripada melayani).Artinya, pemerintah dituntut untuk melakukan pemberdayaan atau penguatan agar potensi masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bukan hanya dilayani terus-menerus.
  • Injecting competition into service delivery (menginfiltrasikan nuansa kompetisi dalam penyediaan layanan).Hal ini dimaksudkan agar institusi pemerintah lebih memperhatikan pada kualitas penyediaan layanan yang disediakan bukan sekedar kuantitas saja. Sehingga tercipta suasana yang kondusif  dan terlepas dari warna korupsi dan nepotisme.
  • Transforming rule-driven organization (mentransformasikan aturan menjadi organisasi yang terdorong oleh misi). Artinya, organisasi pemerintah diharapkan dapat memeiliki inisiatif dan tidak kaku dengan aturan.
  • Funding outcome not input (perubhan orientasi dari masukan menuju hasil). Hal ini dimaksudkan agar institusi pemerintah berupaya secra baik untuk meemaksimalkan input baik berupa anggaran maupun sumber daya lainnya menjadi hasil yang optimal.
  • Meeting the needs of customer not the bureaucracy (memenuhi pengguna layanan bukan birokrasi).Artinya, yang diutamakan dalam pelayanan adalah pemenuhan kebutuhan pelanggan.Birokrasi sebaiknya tidak memaksakan agar kepentingannya turut pola diakomodir dalam pelayanan terebut.
  • Earing than spending (mencari daripada mengeluarkan).Hal ini dimaksudkan agar organisasi pemerintahan lebih mengupayakan mengakumulasi sumberdaya daripada terus-menerus menggunakannya.Bahkan dituntut lebih jauh lagi yakni kemampuan birokrasi untuk melakukan investasi dengan sumberdaya yang dimilikinya.
  • Prevention rather than cure (mencegah daripada mengobati).Artinya, birokrasi diharapkan mengupayakan berbagai cara prevensi agar tidak terjadi dampak yang tidak diharapkan.Oleh karenanya, setiap aktifitas birokrasi harus memeiliki kalkulasi yang baik terhadap kebijakan yang akan ditempuh.Sehingga birokrasi dapat menghindarkan diri dari masalah dan bukan melakukan pemecahan masalah.
  • From hierarchy to partisipation and teamwork (dari hirarki menjadi partisipasi dan kerjasama tim).Artinya, membangun pemerintah yang terdesentralisasi. Dengan demikian, maka akan terbangun birokrasi yang lebih terbuka terhadap partisipasi bawahan dan mampu untuk saling bekerjasama.
  • Leveraging change trough the market (mendongkrak perubuhan melalui pasar).Hal ini dimaksudkan agar pemerintah lebih berorientasi terhadap pasar untuk melakukan berbagai perubahan sehingga mampu menyesuaikan didri dengan perkembangan masyarakat.

Keuntungan Desentralisasi


Lima keuntungan pola desentralisasi dibandingkan pola sentralisasi :
  1. Perencanaan spesifik lokal dapat disusun untuk daerah lokal menggunakan informasi yang detail dan mutakhir dan hanya tersedia secara lokal.
  2. Koordinasi inter-organisasi dapat dicapai pada level lokal.
  3. Eksperimentasi dan inovasi, dapat dibantu perkembangannya melalui desentralisasi sehingga meningkatkan kesempatan untuk membuat perencanaan pembangunan yang lebih efektif.
  4. Motivasi personel pada level lapangan, hal ini semakin meningkat sebab mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap program yang mereka kelola.
  5. Mereduksi terlalu penuhnya pekerjaan pada pemerintah pusat,sehingga mereka dapat melepaskan rutinitas pengambilan keputusan dan memiliki waktu lebih untuk mempertimbangkan issue strategis pada level nasional sehingga kualitas kebijakan terus meningkat.

Kamis, 19 Januari 2012

ceritaku

Selamat pagi...jangan merasa apapun ya jika selalu waktu pagi yang jadi awalanku untuk menulis.Yaa karena cuma saat pagi saja aku bisa buka blogku...ditempat aku rutin menjalankan hari. Aku tinggal didesa...benar2 sebuah desa dalam arti yang sejati....listrik memang sudah masuk sejak sekitar 10 tahun lalu tapi jangan tanya akses telepon....belum ada kabar beritanya kapan kabel2 dari telkom akan mulai berkunjung,tak ada angkutan umum apapun selain ojek.Soal jalan....lumayanlah tidak terlalu dan keterlaluan...ada proyek pengaspalan jalan desa dari PNPM walau dengan lapisan aspal yang setipis roti tawar yang kalau kena hujan deras beberapa jam saja akan kembali jadi jalan batu kembali.Seperti umumnya mayoritas matapencharian orang desa....tentu bertani dalam arti sebenarnya atau sekitar usaha dibidang pertanian (ssstt...jangan bayangkan sebuah usaha yang wah ya...)..cuma sekitar tengkulak atau pengijon hasil bumi yang ada saja atau jadi TKW,PRT,berdagang ke luar Jawa dan jadi kuli bangunan di sekitar Jabodetabek.Singkatnya ..aku dan keluarga besarku benar2 tinggal didesa....keluarga kecilku,orangtuaku,saudara2ku bahkan keluarga suamiku juga. We are really
ndesoman!

Hanya mungkin ada sebuah keberuntungan yang  aku miliki sekalipun aku lahir didesa ....aku memeiliki banyak saat ,mungkin separuh umurku dimana aku mendapati pencerahan dalam hidupku.Dan kiranya dari sanalah aku akan mulai ceritaku.....

Rabu, 18 Januari 2012

Selamat pagi....cerah menyambut kembaliku pada rutinitas,setelah beberapa hari dokter mengharuskan aku untuk istirahat.Ada beberapa tugas yang menanti untuk segera kuselesaikan dan seperti hangat matahari membantuku semangatku kembali berpacu dengan waktu menuntaskan kewajiban yang harus kupenuhi.

Ada cerita yang kurasa menarik selama aku dirumah dalam arti yang sebenarnya...seharian penuh hanya bergerak disekitar rumah saja,menghabiskan waktu bersama keluarga terutama anak-anakku terlebih dengan sibungsu.Dia tampak begitu excited mendapati aku selalu ada kapanpun dia butuhkan...akibatnya segala hal selalu harus aku yang melakukan tapi tak apa karena kufikir ini hak dia untuk didapat dari aku ..ibunya.

Untuk bungsuku yang baru berusia 4,4 tahun mungkin sesuatu yang istimewa jika  bisa sekolah diantar dan ditemani aku...maka sekalipun badan masih sedikit lemas dan kepala masih lumayan pusing ...aku tetap paksakan mengantar dan menemaninya sekolah...sesuatu yang rasanya hanya bisa kulakukan tidak lebih dari hitungan jari tangan selama setahun.

Aku cuma ingin mengingatkan diriku sendiri betapa aku harus banyak meminta maaf pada anak-anakku karena waktu mereka yang terenggut untuk kepentinganku walau mungkin apa yang kulakukan inipun untuk mereka.(Ahhhh...ini cuma dalihku saja mungkin...usaha untuk mengurangi rasa bersalahku saja).